Jumat, 29 Maret 2013

Jalan Desa Sukobendu Rusak Berat


PARAH-Jalang penghubung Dusun Wangkit dengan Desa Sukobendu
Kecamatan Mantup, Kamis (28/3).
Foto: Rifan/LAmonganmenulis.blogspot.com
SEJUMLAH warga yang melintas di jalan Desa Sukobendu Kecamatan Mantup nyaris celaka lantaran buruknya kondisi jalan  di tempat tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan hari Kamis (28/3), ada beberapa titik kerusakan di sepanjang jalan ini. Kerusakan yang bisa dibilang parah berada di antara Dusun Wangkit dengan Desa Sukobendu. Jalanan berlubang bisa ditemukan di sepanjang dua tempat tersebut. Pada musim penghujan seperti ini, lubang-lubang jalan bakal menjadi kubangan lumpur.  

Kondisi jalan dikeluhkan sejumlah warga yang melintas di jalan ini. Muazah, salah seorang warga mengaku nyaris jatuh terpeleset saat melintas. Warga lainnya, Solikhan mengatakan sepatunya belepotan lumpur saat melintas. Padahal, saat itu ia tidak sedang jalan kaki. “Dibonceng teman,” katanya.

Dengan kondisi jalan yang buruk ini warga berharap pihak pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan. “Difoto saja, lalu dikirimkan ke lamongan.go.id (situs resmi Pemkab Lamongan,red). Biar semua tahu,” kata warga lainnya. (rif)

Rabu, 27 Maret 2013

Terminal Ngimbang Sepi Penumpang



google map
NGIMBANG-Jumlah pengguna angkutan umum jalur Babat Kabupaten Lamongan-Kabupaten Jombang semakin berkurang. Kondisi itu berdampak pada pendapatan para pelaku usaha di terminal dan sekitarnya.

Menurut Irsan, salah seorang pedagang, jumlah penumpang angkutan umum di sub terminal Ngimbang ini jumlahnya terus menurun selama 5 tahun belakangan. Ia menengarai, kondisi tersebut terjadi karena banyaknya warga yang memiliki kendaraan pribadi.

“Tak seramai dulu. Sekarang, bus yang lewat di jalur ini saja tidak masuk terminal. Hanya berhenti di depan (terminal), terus langsung jalan,” kata lelaki yang mengaku asal Desa Sendangrejo ini, pekan lalu.

Sepinya penumpang berdampak langsung pada pendapatan para pelaku usaha di terminal tersebut. Darsono, salah seorang tukang ojek, mengatakan, pendapatannya terus menurun belakangan ini. Ia mengaku hanya mendapatkan hasil antara Rp 20.000 sampai Rp 40.000 per hari. Padahal, ia ngojek sejak jam 08.00 hingga jam 20.00. “Sehari nggak dapat sama sekali juga pernah,” katanya. (eko)





                                     

Senin, 25 Maret 2013

Ayam Ini Suka Menyerang Orang


Cemani piaraan mbah Goleng
Foto:Pri/LAmonganmenulis

Dua dari tiga orang mengalami luka.

SUGIO-Entah apa yang ada di benak ayam berwarna hitam mulus dengan bulu terbalik ini. Ayam peliharaan Mbah Goleng, warga Desa Deket Agung Kecamatan Sugio ini kerap menyerang siapa saja yang mendekatinya. Beberapa orang yang diserang unggas bernama latin gallus domesticus ini pun terluka seperti halnya dialami H Sulistyo, warga Ngawi, baru-baru ini.

Cerita bermula ketika lelaki ini bertandang ke rumah majikan Mbah Goleng suatu hari di awal Maret. Seperti kebiasaan berkunjung di waktu-waktu sebelumnya, ia mengitari pelataran rumah bertatanan bak kebun binatang mini tersebut. Sejumlah hewan piaran ada di sana. Kakatua, merak, rusa, hingga kucing anggora.

Hingga pandangannya tertuju pada seekor ayam hitam. Sulistyo pun tertarik dan menghampirinya. Sebab, sebelum ini, ia  tak menjumpai ayam dengan bulu hitam membalut sekujur tubuhnya itu. Jengger mirip mahkota raja yang bertengger di kepalanya pun berwarna hitam. Demikian halnya paruh, bola mata, kulit, kaki, hingga kukunya. Semuanya legam.

Ia lalu jongkok di depan si hitam. Pandangannya menyaput seluruh lekuk tubuh ayam. Berusaha mencari bagian mana yang tak hitam. 

Sementara si ayam, seperti mengetahui sedang diamati, balas menatap. Pandangannya tajam. Entah apa maksudnya. Yang pasti, sejurus kemudian, taji seukuruan kelingking bocah yang ada di kakinya disayatkan di salah satu tangan Sulistyo. Goresan ringan sepanjang 6-7 centimeter pun terukir di lengan pria ini.

Kejadian juga menimpa H Yanto, sehari kemudian. Yanto sendiri sebetulnya tahu tabiat ayam ini dari cerita Sulistyo. Namun, cerita itu dianggap hanya obrolan ringan saja. Ayam menyerang orang dia pikir kasuistik belaka. Namun, saat suatu siang Yanto mengelilingi pelataran tersebut, ayam hitam ini menerjang kaki kirinya. Kali ini, serangan si hitam mengakibatkan goresan ringan sepanjang 3-4 cm. Luka itu pun membekas hingga tiga hari kemudian.

Tamu lain di kediaman itu, Priya, nyaris menjadi korban ketiga. Tapi, beruntung bagi Priya. Saat si hitam hendak menerjang, handuk di genggamannya ia kibaskan. Si hitam pun balik kanan dan mengurungkan serangan.  

Mbah Goleng sendiri hanya mengulas senyum saat ditanya ihwal tabiat si hitam. “Seminggu pertama saat (ayam) ada di sini, saya dikabluki terus. Tapi sekarang enggak lagi,” katanya dalam logat Lamongan.

Menurut Mbah Goleng, ayam ini pemberian dari temannya asal Surabaya beberapa waktu lalu. Ayam diberikan kepadanya karena sang teman tak hobi memelihara binatang. Sang teman sendiri di kasih temannya seorang pedagang unggas di pasar hewan di Surabaya. “Ya karena ayam ini suka menyerang orang, pedagang itu memberikannya kepada teman saya dan kemudian diberikan kepada saya,” kata Mbah Goleng. (sty)

Rabu, 20 Maret 2013

Pers Punya Tanggungjawab Besar

NGIMBANG-Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Ir Suhandoyo mengatakan, seorang wartawan mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Pers yang menjadi tulang punggung persebaran informasi mempunyai peran sebagai pilar keempat kehidupan berdemokrasi," kata Suhandoyo, kemarin.

Lantaran peran penting pers itu pula, Suhandoyo berharap karya-karya jurnalistik yang dihasilkan tidak menjadi pemicu terjadinya konflik dan permusuhan antar kelompok masyarakat. "Justru sebaliknya, memberikan kontribusi dalam menjaga terciptanya perdamaian kehidupan bermasyarakat," katanya.

Pernyataan ini dia sampaikan di sela acara pendidikan dan pelatihan jurnalistik yang digelar elemen masyarakat Kabupaten Lamongan, di Kecamatan Ngimbang, 13-16 Maret. Pelatihan diikuti lima puluhan peserta yang terbagi dalam dua gelombang.

Untuk gelombang pertama diikuti sekitar dua puluh lima wartawan yang biasa bertugas melakukan peliputan di kabupaten tersebut. Sedangkan gelombang II diikuti hampir tiga puluhan anak-anak muda setempat yang mempunyai minat untuk terjun di dunia kewartawanan.

Suhandoyo yang juga Wakil Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga DPD PDI Perjuangan Jatim ini berharap para wartawan bisa berlaku jujur dan adil dalam pemberitaan. Jujur dalam menyajikan fakta dan data, serta memberikan kesempatan yang sama kepada kelompok yang kesulitan mengakses informasi atau menyuarakan haknya yang berkaitan dengan kepentingan khalayak luas.

Sementara, ketua panitia acara, Nuryadi, mengatakan, diklat digelar untuk meningkatkan kualitas sumber daya para jurnalis lokal sehingga menjadi pewarta yang handal dan profesional. Sehingga berita-berita yang dihasilkan menjadi lebih bermutu. Tak kalah penting dari itu, lanjut dia, pelatihan digelar untuk menghasilkan wartawan-wartawan yang memegang teguh kode etik jurnalis dalam proses memroduksi berita.

Sementara diklat untuk para remaja dan pemuda dilatarbelakangi tingginya animo generasi muda setempat terhadap dunia jurnalistik. Menjamurnya media-media komunitas di dunia maya sebagai salah satu indikasi jika penyebaran informasi juga sudah bisa dilakukan kalangan non jurnalis. Fenomena media komunitas juga mulai merambah Lamongan. (her)


Selasa, 19 Maret 2013

Mayat Terapung di Sendang Tlanak

TENGGELAM-Korban tenggelam di Sendang Tlanak.
Foto: Rifan/LAmonganmenulis.blogspot.com
MANTUP - Warga Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, digegerkan penemuan mayat laki-laki, Senin, (18/3/2013). Setelah dievakuasi, sosok mayat itu teridentifikasi bernama Hamid,30, warga Dusun Krajan I, Desa Sukobendu.

Warga yang pertama kali melihat korban adalah ibunya sendiri, Supik. Penuturan Supik, saat ditemukan, korban terlihat terapung di Sendang Tlanak, sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurut Supik, sebelumnya dia berusaha mencari korban yang hingga semalam belum juga pulang ke rumah. Dia juga sudah mencari korban yang biasanya pergi ke makam Mbah Hambali.

Setelah tidak ditemukan juga, Supik lalu melanjutkan pencarian ke Sendang Tlanak. "Biasanya Hamid mandi di sendang itu," ujar Supik.

Di kalangan masyarakat setempat, Hamid selama ini dikenal menderita gangguan jiwa. "Ini bukan pertama kalinya, karena sebelumnya juga pernah menceburkan diri ke sumur namun masih selamat," kata seorang tetangga korban. (rifan)

Pemilik Bengkel Prihatin Status Facebook



NGIMBANG - Pemilik bengkel mobil Gema Nusantara prihatin dengan sebuah status Facebook seorang warga Ngimbang. Keprihatinan itu diungkapkan pemilik bengkel saat jumpa pers di kantor Gema Nusantara, Jumat (15/3) siang.

"Kemarin saya baca status di Facebook yang mengeluhkan di Ngimbang tidak ada bengkel mobil. Padahal di Ngimbang ada bengkel yang tidak kalah canggih dari daerah lain, seperti bengkel Gema Nusantara ini," kata Heru Setyanto, humas bengkel Gema Nusantara.

Berangkat dari keprihatinan adanya status di jejaring sosial itu, ujar Heru, pihak pengelola Gema Nusantara sengaja mengundang wartawan. Dia berharap melalui berita di media, warga Ngimbang tahu ada bengkel di daerahnya. Sehingga mereka tidak perlu resah kalau kendaraannya rusak."Dari status facebook itu, sepertinya yang bersangkutan belum tahu adanya bengkel ini," ujarnya.

Meski di kota kecamatan, tambah Heru, bengkel Gema Nusantara memiliki layanan yang cukup lengkap. Di antaranya layanan cuci mobil yang menggunakan sistem hidrolis. Sehingga pelanggan tidak perlu khawatir kendaraannya tidak bersih.

Selain servis mobil, bengkel berlokasi di Jalan Babat-Jombang itu juga menyediakan spare part. Bagi pemilik kendaraan yang menginginkan kenyamanan berkendara, Gema Nusantara memberikan layanan spooring dan balancing. "Kami buka mulai jam 7 pagi hingga jam 4 sore. Kalau Minggu libur," jelasnya. (Indri)