![]() |
| Cemani piaraan mbah Goleng Foto:Pri/LAmonganmenulis |
Dua dari tiga orang mengalami luka.
SUGIO-Entah apa yang ada di benak ayam berwarna hitam mulus
dengan bulu terbalik ini. Ayam peliharaan Mbah Goleng, warga Desa Deket Agung Kecamatan Sugio ini kerap
menyerang siapa saja yang mendekatinya. Beberapa orang yang diserang unggas bernama latin gallus domesticus ini pun terluka seperti
halnya dialami H Sulistyo, warga Ngawi, baru-baru ini.
Cerita bermula ketika lelaki ini bertandang ke rumah majikan Mbah
Goleng suatu hari di awal
Maret. Seperti
kebiasaan berkunjung di waktu-waktu sebelumnya, ia mengitari pelataran rumah bertatanan
bak kebun binatang mini tersebut. Sejumlah hewan piaran ada di sana. Kakatua, merak, rusa, hingga
kucing anggora.
Hingga pandangannya tertuju pada seekor ayam hitam. Sulistyo pun tertarik dan menghampirinya. Sebab, sebelum ini, ia tak menjumpai ayam dengan bulu
hitam membalut sekujur tubuhnya itu. Jengger mirip mahkota raja yang bertengger di
kepalanya pun berwarna hitam. Demikian halnya paruh, bola mata, kulit, kaki, hingga kukunya. Semuanya legam.
Ia lalu jongkok di depan si hitam. Pandangannya menyaput seluruh lekuk
tubuh ayam. Berusaha mencari bagian mana yang tak hitam.
Sementara si ayam, seperti mengetahui sedang diamati, balas menatap.
Pandangannya tajam. Entah apa maksudnya. Yang pasti, sejurus kemudian, taji seukuruan
kelingking bocah yang ada di kakinya disayatkan di salah satu tangan Sulistyo. Goresan ringan sepanjang 6-7 centimeter pun terukir di lengan pria
ini.
Kejadian juga menimpa H Yanto, sehari kemudian. Yanto sendiri
sebetulnya tahu tabiat ayam ini dari cerita Sulistyo. Namun, cerita itu dianggap hanya
obrolan ringan saja. Ayam menyerang orang dia pikir kasuistik belaka. Namun, saat suatu siang
Yanto mengelilingi pelataran tersebut, ayam hitam ini menerjang kaki kirinya. Kali ini,
serangan si hitam mengakibatkan goresan ringan sepanjang 3-4 cm. Luka itu pun membekas
hingga tiga hari kemudian.
Tamu lain di kediaman itu, Priya, nyaris menjadi korban ketiga. Tapi,
beruntung bagi Priya. Saat si hitam hendak menerjang, handuk di genggamannya ia kibaskan. Si hitam pun balik kanan
dan mengurungkan serangan.
Mbah Goleng sendiri hanya mengulas senyum saat ditanya ihwal tabiat
si hitam.
“Seminggu pertama saat (ayam) ada di sini, saya dikabluki
terus. Tapi sekarang enggak lagi,” katanya dalam logat Lamongan.
Menurut Mbah Goleng, ayam ini pemberian dari temannya asal
Surabaya beberapa waktu lalu. Ayam diberikan kepadanya karena sang teman tak hobi memelihara
binatang. Sang teman sendiri di kasih
temannya seorang pedagang
unggas di pasar hewan di Surabaya. “Ya karena ayam ini suka menyerang orang, pedagang itu
memberikannya kepada teman saya dan kemudian diberikan kepada saya,” kata Mbah Goleng. (sty)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar