![]() |
| google map |
NGIMBANG-Jumlah pengguna angkutan umum jalur Babat Kabupaten Lamongan-Kabupaten Jombang
semakin berkurang. Kondisi itu berdampak pada pendapatan para pelaku usaha di
terminal dan sekitarnya.
Menurut Irsan, salah
seorang pedagang, jumlah penumpang angkutan umum di sub terminal Ngimbang ini jumlahnya
terus menurun selama 5 tahun belakangan. Ia menengarai, kondisi tersebut
terjadi karena banyaknya warga yang memiliki kendaraan pribadi.
“Tak seramai dulu.
Sekarang, bus yang lewat di jalur ini saja tidak masuk terminal. Hanya berhenti
di depan (terminal), terus langsung jalan,” kata lelaki yang mengaku asal Desa
Sendangrejo ini, pekan lalu.
Sepinya penumpang
berdampak langsung pada pendapatan para pelaku usaha di terminal tersebut.
Darsono, salah seorang tukang ojek, mengatakan, pendapatannya terus menurun
belakangan ini. Ia mengaku hanya mendapatkan hasil antara Rp 20.000 sampai Rp
40.000 per hari. Padahal, ia ngojek sejak jam 08.00 hingga jam 20.00. “Sehari
nggak dapat sama sekali juga pernah,” katanya. (eko)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar